Herbalife by Nutisi BaliHerbalife Bali Aktif & SehatHerbalife Bali Sehat IdealHerbalife Bali Nutrisi Enak

Patuhi Rencana Diet & Kuatkan Kembali Niat Anda

Ketika Anda menyadari bahwa pola makan Anda menyimpang dari rencana, belajarlah untuk menguatkan kembali niat Anda agar semua yang direncanakan tetap dalam jalurnya.

Tak heran bila sering ditemui banyak orang yang sulit patuh menjaiankan rencana diet mereka. "Bila saya tidak pergi kemana pun atau bertemu dengan siapa pun. diet akan lebih mudah dilakukan," tutur seorang klien pada saya beberapa waktu lalu. "Sangat sulit untuk patuh pada rencana diet yang telah ditetapkan ketika datang tekanan untuk makan dan makan berlebihan," lanjut klien tersebut.

Harus berjuang untuk makan adalah keluhan umum yang diungkapkan para pelaku diet. Sebenarnya kegagalan untuk menahan keinginan untuk makan bukan dipengaruhi oleh faktor internal, melainkan lebih banyak terjadi karena tekanan dari luar yang memaksa untuk makan.

Ketika tanda-tanda tekanan dari luar hadir, gunakan tanda tersebut untuk memahami jenis tekanan yang datang, dan cari tahu kekuatan apa yang ada di dalam diri Anda yang bisa digunakan untuk melawannya. Sama halnya dengan 'strength training (latihan kekuatan)' saat olahraga, Anda mungkin akan perlahan membangun kekuatan agar mampu mengendalikan diri dalam memilih makanan, patuh pada rencana diet Anda, dan siapkan diri meraih sukses.

Berikut ini ada 3 tekanan dari luar yang dapat menggagalkan rencana diet Anda ... dan bagaimana cara menanggulanginya.

Tekanan dari luar #1: Godaan makanan di mana pun. Kemudahan mendapatkan makanan adalah godaan terkuat yang mendorong Anda untuk makan. Di mana pun Anda pergi akan melihat makanan, bahkan di tempat yang tidak Anda harapkan.

Di salah satu sudut tempat laundy saya ada cookies, saat ke bank sering ditawarkan kopi dan donat, dan saat ke apotek saya mendapatkan permen secara cuma-cuma saat membayar. Saya tidak ingin atau tidak membutuhkan barang-barang tersebut, namun saya dapat melihat betapa mudah mendapatkan makanan tersebut tanpa periu memikirkan kalorinya.

Gunakan kekuatan di dalam diri Anda, kuatkan kembali niat untuk menolaknya. Ketika Anda mendapatkan makanan di tempat yang tidak diharapkan, ingatkan kembali pada diri Anda: apa alasan pertama Anda datang ke tempat tersebut. Misalnya, Anda pergi ke bank untuk menyimpan uang, bukan untuk mencari camilan.

Di saat makanan yang tidak diharapkan datang. tanya pada diri Anda: Apakah saya lapar? Jika saya tidak melihat makanan ini, apakah saya akan memakannya? Beri waktu sejenak pada diri Anda untuk mempertimbangkan menolak godaan makanan yang datang.

Tekanan dari luar #2: Tekanan dari keluarga dan teman. Lingkungan sosial memberikan banyak tekanan pada pola makan kita. Ketika Anda berada dalam satu jamuan makan bersama, ada tekanan seperti mengikuti arus dan Anda akan makan apa yang dimakan juga oleh orang lain, walau pun mungkin tidak sesuai dengan pola makan Anda.

Berkumpul dengan teman lalu minum bersama berarti ada tekanan untuk ikut minum termasuk mengonsumsi makanan tinggi kalori yang tersedia, Saat bersama keluarga, bentuk tekanan yang datang ketika Anda ingin menunjukkan rasa hormat pada keluarga terutama yang memasak dengan makan Iebih dari yang dibutuhkan.

Gunakan kekuatan dalam diri Anda dan kuatkan kembali niat Anda untuk menolaknya. Ketika tahu akan menghadapi masalah sosial saat berkumpul, beri waktu sejenak untuk mengingatkan diri Anda bahwa apa yang akan dikonsumsi adalah tanggung jawab diri Anda sendiri. Ingat kembali diet yag telah dirancang lalu putuskan waktu yang tepat untuk membuat jamuan yang cocok.

Anda dapat menunjukkan kebiasaan makan yang sedang Anda jalani saat acara jamuan makan malam dengan menjadi orang pertama yang memesan makanan dan menentukan porsi minuman serta camilan sebelum acara senang-senang dimulai. Tak ada salahnya mulai memengaruhi anggota keluarga atau kerabat lainnya bahwa makanan yang Anda pesan enak, juga ingatkan mereka bahwa Anda sedang mengontrol kaiori yang dikonsumsi.

Tekanan dari luar #3: Tekanan hidup yang datang setiap hari kerap menyebabkan kita makan secara emosional. Hidup kita memang sibuk dan penuh tekanan, serta dapat mengundang emosi dan suasana hati yang buruk sehingga menuntun kita untuk makan padahal tidak ada niat untuk makan. Kita mungkin akan dapat mengembalikan suasana hati dengan makan sesuatu yang membuat nyaman di saat stres atau cemas, atau mencari hiburan lain disaat bosan.

Gunakan kekuatan yang ada di dalam diri Anda, dan kuatkan kembali niat Anda untuk melawannya. Beberapa orang mungkin menggunakan makanan untuk mengalihkan diri saat dalam kondisi buruk. Namun kesenanangan tersebut biasanya sesaat dan sering kali diikuti perasaan lain, bahkan rasa bersalah.

Dari pada berpaling ke makanan, luangkan beberapa saat untuk mengalikan fokus Anda ke hal lainnya. Duduk dengan tenang, tutup mata Anda, atur nafas lalu jaga agar tetap lambat dan stabil. Cara ini dapat membantu meningkatkan kekuatan yang ada di dalam diri Anda, serta melatih diri untuk melepaskan emosi tanpa memberi hukuman. Tenangkan diri, jangan bertindak karena emosi sesaat dengan memakan sesuatu yang mungkin akan Anda sesali.

Ditulis oleh
Susan Bowerman
Direktur Nutrition Training Herbalife.
Susan terdaftar sebagai Dietitia dan Board Certified Specialist, Sports Dietetics.

Info Konsumen
Untuk pemesanan & info lebih lengkap mengenai harga, cara pemakaian & program pengelolaan berat badan, silahkan hubungi kami.