Herbalife by Nutisi BaliHerbalife Bali Aktif & SehatHerbalife Bali Sehat IdealHerbalife Bali Nutrisi Enak

Diet Bebas Gluten: Perhatikan Kalorinya.

Menjalankan pola makan bebas gluten terlihat mudah dilakukan akhir-akhir ini. Produk bebas gluten saat ini lebih mudah ditemui di rak-rak pada supermarket, dan konsumen tidak kesulitan untuk mendapatkannya seperti dulu.

Untuk individu yang memiliki alergi atau sensitif terhadap gluten, makanan seperti gandum, rye, dan barley umumnya dihindari padahal di dalamnya terdapat protein. Tapi banyak dari makanan tersebut dihindari padalah tubuhnya masih bisa menerima gluten, alasannya menghindari gluten merupakan cara untuk menurunkan berat badan. Pada mereka, saya ingatkan untuk "hati-hati saat membeli produk bobas gluten", sebab bebas gluten tidak berati kalori rendah.

Untuk individu yang memiliki alergi atau sensitif terhadap gluten. Fenomena produk bebas gluten mengingatkan saya pada tren diet produk rendah karbohidrat yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Saat diet rendah karbohidrat pertama kali populer, makanan utama hanya terdiri dari protein dan lemak. Buah dan sayur sangat terbatas, begitu juga nutrisi lainnya. Menjalankan pola makan rendah karbohidrat cukup mudah, karena pilihan makanan sangat terbatas dan perhitungan kalori tidak diperlukan. Bahkan ada iming-iming tetap bisa mengonsumsi daging, dan berat badan akan turun.

Namun hal yang sebenarnya terjadi adalah dengan semakin sedikit variasi makanan yang dikonsumsi akan dengan mudah kita akan kurang makan. Hanya ada daging yang dapat dikonsumsi saat duduk di meja makan, dan kondisi ini berlangsung setiap hari.

Seperti tak ingin kehilagan kesempatan, perusahaan makanan degan cepat mengeluarkan sembarang makanan rendah karbohidrat ke pasar, seperti permen, roti, cookies, dan kue. Yang semuanya dianggap cocok oleh konsumen yang mencari makanan rendah karbohidrat.

Tiba-tiba, pola makan dengan jumlah terbatas menjadi lebih bervariasi dan orang akan dengan mudah makan dengan kalori lebih tinggi dari sebelumnya. Tidak heran, berat mereka akan naik secara perlahan. Mengapa? Sebab mereka hanya menghitung jumlah karbohidart (bukan kalori) yang mereka tidak perhatikan adalah banyak dari makanan tersebut, mengandung kalori walaupun berlabel rendah karbohidrat.

Kondisi ini sama terjadi pada tren bebas gluten. Karena sumber utama gluten ada pada gandum atau makanan apa pun yang dibuat dari gandum, maka individu yang menjalankan pola makan bebas gluten akan mengeluarkan roti, nasi, pasta, cake, pie, cookies, dan cracker pada daftar makanan mereka. Sehingga mereka akan mendapatkan karbohidrat dari buah dan sayur, walaupun ini dapat dikatakan bukan merupakan strategi yang buruk untuk menurunkan berat badan.

Namun sekarang kita memiliki produk bebas gluten seperti sereal, brownies, granola, cake, cookies. Ucapkan terima kasih pada bahan makanan pengganti tepung tradisional (yang umumnya digunakan) seperti tepung beras halus, tepung dari pati jagung, dan tepung dari pati kentang. Namun pati tetaplah pati, menghindari gluten tidak akan menghilangkan pati, kecuali Anda memperhatikan jumlah kalorinya juga.

Bandingkan label bebas gluten pada brownie atau cake dengan ukuran yang sama dan Anda akan paham dengan apa yang saya maksud. Porsi sama dan kalori sama. Minggu lalu, saya melihat beberapa muffin bebas gluten di toko roti, namun di dalamnya terkandung 20 gram lemak dengan 450 kalori per buah. Sulit untuk memasukkan muffin tersebut dalam kelompok makanan diet.

Apa pun alasan Anda menghindari gluten, Anda tetap perlu memperhatikan kalorinya. Contohnya seperti pada kasus diet rendah karbohidrat yang telah saya paparkan. Anda jangan hanya memerhatikan asupan gluten, namun makan Anda tetap berkalori tinggi.

Ditulis oleh Susan Bowerman,
Director Nutrition Training di Herbalife.
Susan juga terdaftar sebagai Dietitian and a Board Certified Specialist in Sports Dietetics.

Info Konsumen
Untuk pemesanan & info lebih lengkap mengenai harga, cara pemakaian & program pengelolaan berat badan, silahkan hubungi kami.