Herbalife by Nutisi BaliHerbalife Bali Aktif & SehatHerbalife Bali Sehat IdealHerbalife Bali Nutrisi Enak

Kolesterol tinggi, jangan !!

Dengan kemajuan taraf kehidupan terutama di kota-kota besar, aneka makanan lezat seperti ayam goreng, hamburger, piza, es krim, aneka kue tar, kue, dan berbagai makanan gorengan ada di mana-mana. Selain praktis tinggal merogoh kocek, perut pun kenyang. Tapi bagaimana dengan peringatan, "Hati-hati kolesterol! Bisa stroke dan sakit jantung!" Mari kita lihat duduk perkaranya.

Apakah sih kolesterol?

Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak dalam tubuh yang diproduksi oleh hati. Pada saat kita mengonsumsi makanan berlemak, produksi kolesterol oleh hati akan menurun sementara kadar kolesterol dalam darah jadi tinggi. Dalam jumlah terbatas, tubuh membutuhkan kolesterol. Sebagian untuk membentuk hormon seks dan dinding-dinding sel, selubung saraf, sebagian lain membantu proses pencernaan dan penyerapan lemak. Kolesterol juga berguna untuk melarutkan vitamin yang hanya larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, K, serta mengubah beta karoten menjadi vitamin A. Karena kata kuncinya "terbatas" tadi, walaupun fungsi-nya cukup banyak, asupan lemak perlu dibatasi.

Berapa banyak yang diperbolehkan?

Para ahli menganjurkan untuk membatasi asupan kolesterol kurang dari 300 mg/hari. Kunci utama menurunkan kadar kolesterol mengurangi asupan lemak hingga hanya 20 - 25% dari kebutuhan kalori total: asupan lemak jenuh harus kurang sampai kurang dari 10% kebutuhan kalori.

Bagaimana mengukurnya?

Dengan melakukan pemeriksaan lemak darah di laboratorium. Untuk pemeriksaan ini, Anda harus berpuasa minimal 10 jam sebelum pengambilan darah.

Berapa nilai normalnya?

Kadar kolesterol dalam darah
Kolesterol total < 200
Kolesterol LDL < 130
Kolesterol HDL >45
Trigliserida < 200

Apa akibatnya kaiau nilai kolesterol tinggi?

Bisa terjadi penumpukan kolesterol pada dinding arteri yang bila berlangsung lama akan mengakibatkan terjadinya plak. Lama-kelamaan plak ini semakin tebal hingga menghambat aliran darah. Bila hambatannya terjadi di pembuluh darah jantung bisa mengakibatkan serangan jantung. Bisa juga plak di jantung ini melanglang sampai ke otak dan terjadilah stroke.

Apa yang dapat dilakukan sendiri?

  • Kurangi makanan berlemak dan pilihlah makanan yang berlemak baik.
  • Turunkan berat badan, bila berlebih.
  • Berolahraga secara teratur.

Apa yang dilakukan dokter?

Dokter akan meminta kita untuk memeriksakan kadar lemak dalam darah. Kalau memang terbukti kadar lemaknya cukup tinggi, ia akan menyarankan terapi diet berupa perubahan pola makan. Bila perlu ia juga akan memberikan obat untuk menurunkan kolesterol dan atau lemak lain dalam darah.

Sumber: Menu Sehat Intisari

Info Konsumen
Untuk pemesanan & info lebih lengkap mengenai harga, cara pemakaian & program pengelolaan berat badan, silahkan hubungi kami.